ramadhan yang terkotori
Gema riuh gembira terdengar diberbagai siaran tv
Berbagai macam program mulai dijalani
Dari kota hingga pelosok negeri menyambut dengan senang hati
Berbagaimacam ceramah keutamaan dan keistimewaan terus diulangi
Namun, tak jarang diri kita sendiri yang mengotori
Ramadhan memang datang namun hati tak sanggup mengendali
Perkataan kasar, menggunjing, memandang hal tak pantas terus dijalani
Akankah ramadhan menjadi berarti
Jika nurani terus berjalan sesuai kehendak diri
Perut makin lapar, tenggorokan haus, sayangnya lisan tetap tak berhenti memaki
Menyakiti sesama seperti halnya menyakiri diri sendiri
Akankah ramadhan menjadi berarti?
Tidak ada komentar: